Pengikut

Kamis, 15 November 2018

Komunikasi Dalam Organisasi

Komunikasi Dalam Organisasi
Testing Link
Klik link-1 ini untuk menuju facebook, dan klik link-2 ini untuk menuju twitter




 

A. Definisi Organisasi
      Organisasi menurut Robbins (2001:4) diartikan sebagai suatu unit (satuan) sosial yang dikoordinasikan dengan sadar, yang terdiri dari dua orang atau lebih, yang berfu8ngsi atas dasar yang relatif terus menerus untuk mencapai suatu tujuan atau serangkaian tujuan bersama. Pace & Faules (2001:11) mengemukakan bahwa terdapat dua pendekatan dalam memahami organisasi, pendekatakan objektif dan pendekatan subjektif. makna "objektif" dalam konteks ini mengacu pada pandangan bahwa objek-objek, perilaku-perilaku, dan peristiwa-peristiwa eksis didunia nyata dan terlepas dari pengamatannya, sedangkan "subjektif" menunjukan bahwa relalitas itu sendiri adalah konstruksi sosial, realitas sebgai suatu proses kreatif yang memungkinkan orang menciptakan apa yang ada diluar sana. Singkatnya, dalam pendekatan Objektif, organisasi berarti struktur, sedangkan dalam pandangan subjektif, organisasi berarti proses (mengorganisasikan perilaku). keuda pendekatan tersebut, tidak hanya mempengaruhi cara pandang terhadap komunikasi organisasi, tapi juga dalam memahami aspek-aspek lainnya yang terkait dengan perilaku organisasi.

B. Definisi Organisasi         Istilah komunikasi berasal dari bahasa latin, communicatio yang berarti pemberitahuan, pemberian bagian (dalam sesuatu), pertukaran, dimana si pembicara mengharapkan pertimbangan atau jawaban dari pendengarnya. Kata sifatnya adalah communis, yang artinya bersifat umum atau bersama-sama. Kata kerjanya, adalah communicare, artinya berdialog, berunding atau bermusyawarah (Arifin, 1998; 19).

Pada dasarnya komunikasi memiliki pengertian yang begitu luas, baik sebagai suatu ilmu yang tersendiri maupun sebagai suatu proses. Terdapat beberapa definisi mengenai komunikasi yang dapat dibaca pada pengertian komunikasi menurut para ahli. Dalam kaitannya dengan organisasi, penting untuk dibaca dan dipahami fungsi komunikasi dalam organisasi.

Carl I. Hovland mengemukakannya bahwa komunikasi merupakan : the process by which an individual/communicator transmits stimuli (usually verbal symbols) to modify the behaviour of other individuals/communicatees (komunikasi adalah proses dimana seseorang/ komunikator menyampaikan perangsang-perangsang (biasanya lambang-lambang dalam bentuk kata-kata) untuk mengubah tingkah laku orang lain/komunikan) (Effendy, 1993; 24).

Melvin L. DeFleur (1988, 535) menyatakan komunikasi sebagai the achievement of very similar (paralel) meanings in the person initiating a message and those receiving it.
Sementara itu, Shimp (1993; 8) mengemukakan: Communiation can be thought of the process of establishing a commonness or oneness of thought between a sender and receiver (Komunikasi adalah proses untuk menciptakan atau menimbulkan kesamaan pemikiran antara yang memberikan tanda dengan yang menerima tanda). Definisi Shimp lebih menekankan pada proses komunikasi yang bertujuan pada terciptanya suatu persamaan pemikiran atau pendapat pada interaksi yang terjadi.

Harold D. Lasswell menjelaskan, komunikasi sebagai jawaban atas pertanyaan-pertanyaan: Who, Say what, In which channel, To whom, With what effect? Kalimat ini kemudian dikenal sebagai formula Lasswell (Effendy, 1993; 256). Dari apa yang dikemukakan Laswell tersebut pada intinya mencakup unsur-unsur dari komunikasi, yaitu adanya; komunikator, pesan yang disampaikan, media yang digunakan, komunikan/audiens, dan efek.

Secara sederhana komunikasi dapat diartikan sebagai kegiatan penyampaian pesan dengan tujuan menyamakan makna dari seseorang/lembaga (komunikator) kepada orang lain/audiens (komunikan).

C. Pengertian Komunikasi Organisasi Menurut Para Ahli
         Berdasarkan uraian di atas maka komunikasi organisasi dapat didefinisikan sebagai pertunjukan dan penafsiran pesan diantara unit-unit komunikasi yang merupakan bagian dari suatu organisasi tertentu. Definisi tersebut lebih menekankan pada aspek fungsional (objektif). Sedangkan bila dilihat dari perspektif interpretatif (subjektif), komunikasi organisasi dipandang sebagai proses penciptaan makna atas interaksi yang merupakan organisasi.

Komunikasi organisasi merupakan perilaku pengorganisasian yang terjadi dan bagaimana mereka yang terlibat dalam proses itu bertransaksi dan memberi makna atas apa yang terjadi (Pace & Faules, 2001: 31-33).

Pengertian komunikasi organisasi yang lebih sederhana dikemukakan Arnold & Feldman (1986: 154) bahwa komunikasi organisasi adalah pertukaran informasi diantara orang-orang di dalam organisasi, dimana prosesnya secara umum meliputi tahapan-tahapan: attention, comprehension, acceptance as true, dan retention.




D. Dalam organisasi komunikasi akan melibatkan empat fungsi utama seperti :
1. Fungsi Komunikasi informatif
Komunikasi yang informatif akan memberikan informasi secara baik yang akan berakibat kepada anggota organisasi tersebut karena mereka akan memperoleh informasi yang lebih banyak, lebih baik dan tepat waktu. Informasi yang didapat akan membuat anggota paham dan mengerti tentang hal apa yang harus dilakukan.
Baca juga :
2. Fungsi Komunikasi Regulatif 
Komunikasi Regulatif biasanya terjadi ketika sebuah organisasi sedang mengatur regulasi ataupun peraturan. Karena berkaitan dengan peraturan yang berlaku pada organisasi tersebut, fungsi daripada komunikasi regulatif cenderung untuk memberikan keleluasaan kepada pemimpin atau pemilik jabatan didalam organsisasi tersebut untuk membuat peraturan ataupun regulasi serta mempunyai kewenangan untuk memberikan instruksi atau perintah sesuai dengan regulasi yang diatur.
3. Fungsi Komunikasi Persuasif
Komunikasi persuasif berguna untuk memberikan informasi ataupun perintah yang disampaikan oleh pimpinan dan akan dilaksanakan oleh sebuah organisasi dengan cara yang halus. Lebih tepatnya fungsi komunikasi persuasif ini seperti meminta seorang anggota organisasi, bukan menyuruh anggota organanisasi.
Baca juga :

4. Fungsi Komunikasi Integratif
Komunikasi Integratif ini berfungsi dan berguna untuk mengintegrasikan seluruh pesan ataupun informasi dan komunikasi yang telah diberikan oleh pimpinan organisasi kepada anggota organisasi. Dengan kata lain, fungsi ini bertujuan untuk mensinergikan dan mengintgrasikan apa yang diperintahkan oleh pimpinan organisasi kepada anggota organisasi.

8 komentar:

  1. Ini sangatlah membantu untuk memahami betapa pentingnya komunikasi dlam suatu organisasi

    BalasHapus
  2. Ini sangat membantu kita untuk dapat memahami bahwa pentingnya komunikasi dalam organisasi

    BalasHapus
  3. Ini lumayan membantu dalam sistem informasi & komunikasi dalam ber organisasi

    BalasHapus
  4. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus